.

.

.

Kamis, 30 Mei 2013

Syailendra Galang Dana Selamatkan Jalak Bali

Kelompok usaha di bidang manajemen investasi, Syailendra Group, bekerja sama dengan kebun binatang Bali Zoo meluncurkan buku "Wildlife in Paradise" di Jakarta, pada Kamis, 30 Mei 2013. Salah satu tujuannya adalah untuk menyelamatkan Jalak Bali atau Bali Mynah yang terancam punah.

Presiden Direktur Syailendra Group, Jos Parengkuan, mengatakan perusahaannya mensponsori penerbitan coffe table book yang berisikan kumpulan foto-foto satwa di Bali Zoo karya fotografer Malaysia, Omar Arif.

Setelah diluncurkan, buku ini akan dijual di The Goods Dept dengan harga Rp349 ribu per eksemplar. Sebanyak 10 persen pendapatan dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke Friends of National Park Foundation, organisasi yang melestarikan sejumlah hewan yang hampir punah di Bali, termasuk Jalak Bali.

"Kami ingin Indonesia bisa melestarikan flora dan faunanya," kata Jos Parengkuan kepada VIVAnews di Pacific Place, Jakarta. "Status burung ini termasuk dalam kategori kritis."



Bali Zoo dan Syailendra Group memilih jalak khas Pulau Dewata ini karena status burung ini telah dinyatakan dalam kategori “kritis” di IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) Red List. Ini adalah daftar status konservasi berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan langka.

Burung yang dulunya tersebar hampir di seluruh Pulau Dewata ini sekarang tinggal tersisa 94 ekor saja. Sebanyak 91 ekor berada di Pulau Bali, tiga sisanya di Pulau Nusa Penida. Dari jumlah tersebut, baru 80 ekor yang berada dalam pantauan ketat ahli pelestarian burung di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). 

Jalak Bali atau disebut Curik Bali merupakan jenis burung pengicau. Burung ini ditemukan oleh pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, pada tahun 1912, dan hanya dapat ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Merupakan satu-satunya spesies endemik Bali, pada tahun 1991 Jalak Bali dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali.

Jos menjelaskan perusahaannya tertarik bekerja sama dengan Bali Zoo, karena meyakini Indonesia harus mengikuti jejak negara-negara maju dalam pelestarian fauna dan floranya. Selain itu, Bali Zoo juga merupakan salah satu kebun binatang berstandar internasional yang dikelola pihak swasta dengan sangat profesional.

“Dan Bali Zoo juga aktif berupaya melindungi Bali Mynah,” ujarnya. Saat ini, Bali Zoo memelihara empat ekor Jalak Bali plus tiga telur yang siap menetas.
Syailendra Group memiliki dua anak perusahaan. Yang pertama adalah PT Syailendra Capital, perusahaan manajemen investasi yang didirikan akhir tahun 2006. Dua produk reksa dana konvensional Syailendra Capital baru-baru ini mendapat peringkat 5 Star dari Morningstar, perusahaan pemeringkat produk investasi internasional. Yang kedua adalah PY Syailendra Asia. Didirikan pada tahun 2012, ini merupakan perusahaan jasa finansial dengan basis nasabah internasional.

Sumber: VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar